IMPLEMENTASI HIGIDRY: Solusi Cerdas Pengeringan Rumput Laut Berbasis IoT

Higidry merupakan inovasi teknologi pengering rumput laut hemat energi berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan oleh tim peneliti Universitas Ahmad Dahlan sebagai solusi atas berbagai kendala pengeringan konvensional yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Mengadopsi konsep Solar Dome Dryer, Higidry memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi utama yang dipadukan dengan sistem pemantauan suhu dan kelembapan secara real-time, sehingga proses pengeringan berlangsung lebih cepat, lebih stabil, dan menghasilkan kualitas produk yang lebih konsisten.

Teknologi ini telah berhasil diimplementasikan pada sentra budidaya rumput laut di Kabupaten Sampang, Madura, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas rumput laut Indonesia. Dengan desain yang modern, ramah lingkungan, mudah dioperasikan, serta biaya operasional yang rendah, Higidry menjadi solusi tepat guna yang siap diterapkan oleh kelompok pembudidaya, UMKM, koperasi, maupun industri pengolahan rumput laut.

Gambar 1. Higidry di Kabupaten Sampang, Madura

Higidry dirancang untuk menghadirkan proses pengeringan yang lebih higienis, efisien, dan terkendali. Sebelum pengeringan dimulai, rumput laut disusun secara merata pada setiap tray untuk memastikan distribusi panas dan sirkulasi udara berlangsung optimal. Tahapan sederhana ini memberikan pengaruh besar terhadap keseragaman hasil pengeringan. Selama proses berlangsung, sistem IoT secara kontinu memantau suhu dan kelembapan ruang pengering sehingga kondisi pengeringan selalu berada pada rentang optimal. Melalui sistem monitoring tersebut, operator dapat mengawasi proses pengeringan secara mudah, mengurangi risiko kegagalan akibat perubahan cuaca, sekaligus menjaga kualitas produk secara konsisten.

Gambar 2. Proses penyusunan rumput laut pada tray sebelum pengeringan menggunakan Higidry

Implementasi Higidry memberikan lompatan kinerja yang signifikan dibandingkan metode penjemuran tradisional. Waktu pengeringan yang sebelumnya memerlukan sekitar 48 jam berhasil dipersingkat menjadi hanya 6–7 jam pada kondisi operasional optimum. Peningkatan efisiensi ini memungkinkan petani melakukan lebih banyak siklus produksi dalam waktu yang sama, sehingga kapasitas produksi dan potensi pendapatan dapat meningkat secara nyata.

Tidak hanya unggul dari sisi kecepatan, Higidry juga mampu menghasilkan rumput laut dengan kadar air akhir ≤12%, sesuai dengan SNI 2690:2015. Pengeringan yang berlangsung di dalam ruang tertutup turut melindungi produk dari debu, hujan, serangga, serta kontaminan lainnya, sehingga menghasilkan rumput laut yang lebih bersih, higienis, dan memiliki mutu yang lebih tinggi. Kualitas produk yang lebih konsisten ini membuka peluang untuk memenuhi standar industri dan meningkatkan nilai jual di pasar domestik maupun ekspor.

Gambar 3. Perbandingan waktu pengeringan metode konvensional dan Higidry

Lebih dari sekadar alat pengering, Higidry merupakan investasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan usaha rumput laut. Teknologi ini membantu pelaku usaha mengurangi ketergantungan terhadap cuaca, mempercepat proses pascapanen, menekan potensi kehilangan hasil, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Keberhasilan implementasi Higidry di Kabupaten Sampang menjadi bukti bahwa inovasi hasil riset Universitas Ahmad Dahlan telah siap dihilirisasikan dan diadopsi secara luas. Dengan menggabungkan teknologi IoT, energi bersih, dan desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, Higidry hadir sebagai solusi pengeringan rumput laut yang lebih cepat, lebih higienis, lebih hemat energi, dan lebih menguntungkan, sekaligus mendukung terwujudnya industri rumput laut Indonesia yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Leave a Comment